Luar Biasa! Tiga Duta Fisika  SMAN 1 Kejobong Borong Tiga Trofi Physics Olimpiad Of Sebelas Maret University Tahun 2019

Foto bersama peserta olimpiade fisika dan UNS sebagai penyelenggara

 

SMAN1Kjb-Delapan siswa lolos dalam babak penyisihan Physics Olimpiad Of Sebelas Maret University Tahun 2019 yang diikuti oleh 120 siswa dari berbagai SMA di Jawa dan Bali. Kedelapan siswa tersebut melanjutkan perjuanggannya dalam babak perempat final bersama 42 peserta lain dari berbagai sekolah pada Sabtu-Minggu (26-27/10) di Universitas Sebelas Maret Surakarta. Perjuangan tidak sampai di sini saja, empat siswa SMANKe berhasil masuk babak semi final.

Akhirnya, tiga siswa berhasil masuk babak final. Mereka berhasil mendapatkan juara 3 (Hendri Erka Setya), juara harapan 1 (Pipit Riandini), dan juara harapan 2 (Fara Setiani).

Raihan luar biasa ini tentu tak lepas dari bimbingan Bapak Eko Suharyanto, S.Pd. selaku guru fisika yang telah dengan sabar dan telaten membimbing peserta olimpiade. Beliau mengungkapkan, “Alhamdulilah, saya selaku pembina excited dengan hasil ini. Unpredictable. Ketika menyusun jadwal bimbel kelas XII yang biasa diadakan hari Sabtu, jtidak saya kosongi, tetap ada jadwal, karena saya berpikir mungkin tidak ada yang lolos. Tetapi Alhamdulilah kita masih lebih baik dari 118 peserta lain.”

Hasil yang menggembirakan ini tentunya disambut hangat oleh keluarga besar SMAN 1 Kejobong dan diapresiasi khusus oleh Kepala Sekolah SMA N 1 Kejobong, Bambang Yuniarto, S.Pd., M.M., “Alhamdulillah, SMA Negeri 1 Kejobong bisa memperoleh 3 trofi pada Physics Olimpiad Of Sebelas Maret University Tahun 2019 ini. Suatu raihan yang luar biasa dan membanggakan buat kita semua. Semoga makin memotivasi baik guru maupun peserta didik untuk belajar dan berusaha lebih giat lagi dalam mencapai  suatu prestasi. Terima kasih kepada seluruh peserta yang telah mengikuti lomba. Terimakasih juga kepada guru pembina Olimpiade Fisika bapak Eko Suharyanto yang sudah membimbing peserta didik dengan penuh ketelatenan.

 

Delapan peserta olimpiade SMAN 1 Kejobong dan pembina

Rona-rona kebahagiaan pun terpancar dari beberapa peserta, “Seneng banget, gak nyangka bisa jadi juara walaupun cuma juara harapan 1, karena menurut saya soal-soalnya itu susah dan saya kira peserta yang lain bisa mengerjakan soalnya,” tutur Pipit. Hal serupa pun diungkapkan oleh Fara, “Ngga nyangka dapat menjadi finalis PICOMETER dan bersaing dengan teman-teman satu sekolah, bersyukur bisa mendapat juara harapan 2.”

 

Dahsyatt! Kontingen PMR Reta Sabet Predikat PMR Wira Utama dan Bawa Pulang 6 Piala dari Jumbara ke-10 PMR Kab. Purbalingga

Foto bersama Kepala Sekolah Bambang Yuniarto dan Bapak/ Ibu Pembina PMR SMAN 1 Kejobong

 

Mrebet-Tuntas sudah gelaran akbar Jumbara ke-10 PMR se-Kab. Purbalingga tahun 2019. Sabtu siang (5/10) Ketua PMI Cab. Purbalingga, dr. Nonot Mulyono secara resmi menutup Jumbara yang berlangsung empat hari sejak Rabu (2/10) di lapangan Desa Kradenan Kec. Mrebet tersebut. 

Selepas penutupan, diumumkanlah juara untuk beragam kategori yang dilombakan. Raut tegang, harap, dan pasrah bercampur aduk pada wajah peserta dari setiap kontingen. Setelah pengumuman, puji syukur dan rona kebahagiaan tampak jelas terdengar dan terpancar dari 22 anggota PMR Reta SMAN 1 Kejobong. Bagaimana tidak, mereka masuk predikat 5 terbaik sebagai kontingen PMR Wira Utama. Sebuah gelar prestisius setelah empat hari yang melelahkan bersaing dengan 33 Kontingen PMR wira dari SMA/SMK/MA se-Kab. Purbalingga.

Selain hasil tersebut, kontingen PMR Reta SMA Kejobong juga memborong 5 piala lainnya. Untuk kategori kontingen mereka berhasil meraih juara 1 defile kontingen terfavorit. Lalu, disabet juga juara 1 desain kaos yang diwakili oleh Restu Pardianto, juara 3 story telling atas nama Ririn Puspitasari, juara 3 desain banner atas nama Margono. Selanjutnya, juara 3 sanitasi dan kesehatan atau perawatan keluarga atas nama tiga anggota PMR Reta sebagai utusan yaitu Mei Aditia, Revina Pramesa, dan Annisa Dwi Prastiani.

 

Raihan dahsyat PMR Reta di jumbara ini tentu tak lepas dari bimbingan luar biasa pembina dan pendamping diantaranya Dra. Siti Giyati, Yani Diastuti, S.Pd., Aji Nugroho, S.Pd., Bayu Prasetyo Aji, S.Pd., dan Adi Tri W., S.Pd. Saat dimintai tanggapan mengenai hasil membahagiakan ini Dra. Siti Giyati dengan rendah hati menyampaikan, “Yang pertama, ya, tentu, alhamdulillahirobbil'alaamiin atas prestasi yang telah diraih oleh anak-anak PMR. Ini semua berkat kerja keras selama latihan maupun  selama dalam pelaksanaan jumbara. Hasil yang telah dicapai adalah prestasi kita bersama. Terima kasih atas kerja keras dan dukungan rekan-rekan guru.”

Ungkapan puji syukur senada juga disampaikan oleh Kepala SMAN 1 Kejobong Bambang Yuniarto, S.Pd., M.M. menanggapi hasil PMR Reta di jumbara kali ini. “Puji syukur kepada Allah SWT, PMR Reta SMA Negeri 1 Kejobong bisa mendapatkan 6 tropi pada Jumbara PMR X 2019 Kab Purbalingga ini.” “Saya senang dan bangga dangan apa yang sudah diraih oleh tim. Saya sampaikan terima kasih kepada pembina damping, pelatih, dan semua pihak yang sudah bekerja keras mempersiapkan PMR Reta  pada kegiatan Jumbara tersebut. Selanjutnya saya harapkan anggota PMR Reta jangan berpuas diri. Tetaplah berlatih lebih giat lagi. Jangan hanya ketika akan menghadapi Jumbara saja. Lalu, apa yang dipelajari dan dipraktikkan dalam kegiatan PMR dapat diterapkan dalam kehidupan nyata.”

Sementara itu, saat ditanya kesannya selama ikut Jumbara, Leni Dinda mewakili anggota PMR Reta lainnya mengungkapkan, “Kesannya, ya, sudah pasti senang juga bangga karena bisa membawa pulang piala buat SMAN 1 Kejobong tercinta.” “Hal positifnya ya banyak sekali. Saya harus bisa bekerja sama dengan baik, tidak boleh egois, juga bisa menjalin persahabatan dengan kontingen lain,” Jawabnya lebih lanjut saat ditanya manfaat yang diperoleh selama ikut jumbara ini. (Red-oz)

LDK OSIS SMAN 1 Kejobong: Membangun Kepribadian dan Kepemimpinan yang Berkualitas

 

 Kepala Sekolah Bambang Yuniarto, S.Pd. M.M. bersama peserta dan panitia LDK

 

Kejobong- Malam sudah menunjuk pukul 21.00 WIB namun wajah-wajah anggota OSIS masa bakti 2019/2020 peserta LDK tampak masih sangat antusias mengikuti materi public speaking dari tamu undangan, Rahma Lutfita, penyiar radio swasta di Kabupaten Purbalingga. Banyak ilmu yang berhasil diserap dari Mba Rahma, salah satunya adalah pentingnya rasa percaya diri dalam berbicara di depan khalayak. “Kita harus percaya diri,” tutur Mba Rahma memberi motivasi pada peserta.

Penyiar radio swasta di kabupaten Purbalingga, Mba Rahma menyajikan materi

 

Setelah Mba Rahma, pemateri penutup di hari pertama LDK itu adalah Ali Mafngudin, S.Sos. Pak Ali, sapaan akrab Wakaur Kesiswaan SMAN 1 Kejobong ini, mengisi materi kepemimpinan. “Jadilah pemimpin yang demokratis. Musyawarahkan program dan laksanakan dengan baik,” nasihat Pak Ali.

Sore sampai petang, sebelum Mba Rahma menyampaikan public speaking, materi pembinaan mental telah dibahas secara tuntas oleh Heru Sujarwoko, S.Psi. Beragam kriteria menjadi orang baik dan orang yang percaya diri dijabarkan oleh guru BK SMAN 1 Kejobong ini dengan contoh-contoh kehidupan yang mudah dipahami peserta LDK. 

Sesuai agenda, LDK OSIS yang berlangsung dua hari, Jumat-Sabtu, 20-21 September 2019 ini diakhiri dengan penyampaian materi tentang keorganisasian oleh Bambang Yuniarto, S.Pd., M.M. pada Sabtu pagi. Kepala SMAN 1 Kejobong yang energik ini menekankan pentingnya membangun OSIS yang berkarakter dan mengusai teknologi. Pak Bambang berujar, “Jadilah anggota OSIS yang berkarakter dan menguasai teknologi serta menjadi teladan bagi siswa yang lain.”

Sesuai dengan tujuan LDK  yaitu membangun kepribadian dan kepemimpinan yang berkualitas, respons positif dari peserta tampak begitu jelas dirasakan. “Banyak sekali manfaatnya” tutur Eka saat ditanya tentang kesan LDK kali ini. “Iya, kita dilatih tentang kepemimpinnna yang baik, kedisiplinan, kesopanan, kemandirian,” lanjut Dita saat mendengar jawaban Eka. Sedangkan Resti peserta kelas XI menyatakan, “LDK kali ini membuat kita sadar diri.” Wafa, salah satu peserta laki-laki menambahkan “Ini melatih jiwa, mental, dan fisik.”

Semua kesan dan respons peserta itu menujukkan LDK yang termasuk program kerja tahunan OSIS telah berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Peserta diharapkan dapat tumbuh jiwa kepemimpinan. Seperti yang disampaikan pembina OSIS, Singgih Budi Raharjo, “Semoga LDK OSIS ini dapat membuat anggota  OSIS bekerja dengan baik. Menerapkan semua materi pelatihan dalam menjalankan organisasi OSIS.” Kegiatan LDK ini akhirnya ditutup pada Sabtu (21/9) secara simbolis melalui upacara pemotongan tumpeng. (Red-oz)