- Detail
- Ditulis oleh Admin Utama
- Kategori: Berita
- Dilihat: 63
Estafet Kepemimpinan SMAN 1 Kejobong: Menjaga Silaturahmi, Mengembangkan Diri Tanpa Batas

KEJOBONG – Suasana khidmat sekaligus haru menyelimuti SMA Negeri 1 Kejobong pada Jumat, 21 November 2025. Sekolah ini secara resmi menggelar acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Sekolah, menandai dimulainya babak baru dalam kepemimpinan lembaga pendidikan tersebut.
Jabatan Kepala Sekolah diserahterimakan dari pejabat lama, Bapak Bambang Yuniarto, S.Pd., M.M., kepada pejabat baru, Bapak Sugiyanto, S.Pd., M.Pd. Meski mutasi secara administrasi telah ditetapkan per tanggal 10 November 2025, prosesi sertijab baru dapat dilaksanakan dua pekan kemudian.
Pesan Haru dan Undur Diri Bapak Bambang Yuniarto
Dalam sambutannya, Bapak Bambang Yuniarto menyampaikan bahwa per 10 November 2025, beliau telah mendapatkan amanah baru untuk memimpin SMA Negeri 1 Rawalo, Banyumas. Beliau mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh keluarga besar SMAN 1 Kejobong.
"Banyak kenangan berharga, pengalaman bermakna, dan pelajaran penting yang saya dapatkan selama menjadi bagian dari keluarga besar SMAN 1 Kejobong," ungkapnya dengan penuh haru. Beliau juga memohon maaf jika selama masa kepemimpinannya terdapat tutur kata atau tindakan yang kurang berkenan, sembari berharap tali silaturahmi tetap terjalin erat meskipun raga tak lagi berada di sekolah yang sama.
Visi "Tanpa Batas" dari Bapak Sugiyanto
Sebagai nahkoda baru, Bapak Sugiyanto, S.Pd., M.Pd., yang sebelumnya bertugas di SMA Negeri 1 Mirit, Kebumen, membawa semangat segar ke Purbalingga. Beliau menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan proses belajar siswa serta mendongkrak prestasi sekolah.
Satu hal yang menjadi sorotan adalah ajakan beliau kepada seluruh guru dan karyawan untuk terus bertransformasi.
"Mari kembangkan diri kita tanpa batas. Nanti manfaatnya bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk keluarga, para siswa, sekolah, dan masyarakat luas," tutur Bapak Sugiyanto.
Selain fokus pada pendidikan, Bapak Sugiyanto juga memaparkan beberapa misi strategis untuk bersinergi di Purbalingga, mulai dari rencana melanjutkan studi S3 di Unsoed, menjalin kerja sama akademis, hingga mengeksplorasi potensi kuliner dan pariwisata di Purbalingga untuk diintegrasikan dengan kemajuan sekolah.
Membangun Kebersamaan Baru
Acara Sertijab ini tidak hanya sekadar formalitas perpindahan tugas, namun menjadi momentum penguatan solidaritas bagi seluruh civitas akademika SMAN 1 Kejobong. Semangat kebersamaan ini ditutup dengan jargon yang menggema di aula sekolah: "SMANKE HEBAT, SMANKE JAYA!"
Dengan kepemimpinan yang baru, SMAN 1 Kejobong optimistis dapat terus mencetak generasi unggul yang siap bersaing di masa depan.
Penulis: Tim Humas
Tanggal: 21 November 2025
- Detail
- Ditulis oleh Admin Utama
- Kategori: Berita
- Dilihat: 72
Hangatnya Akhir Pekan di SMA N 1 Kejobong: Dari Ikrar Kedisiplinan hingga Tausiyah Adab

Kepala sekolah Bapak Sugiyanto S.Pd.MPd. sedang memberi sambutan acara Halal Bihalal
KEJOBONG – Ruang Aula SMA Negeri 1 Kejobong tampak berbeda dari biasanya pada Sabtu (28/03/2026). Suasana formal sekolah berganti menjadi hangat saat keluarga besar guru, karyawan, hingga komite sekolah berkumpul bersama dalam acara silaturahmi keluarga.
Acara dibuka dengan syahdu melalui pembantunan ayat suci Al-Qur'an, menyatukan hati seluruh hadirin sebelum rangkaian kegiatan dimulai.
Apresiasi untuk Waktu Keluarga
Ketua penyelenggara, Ibu Evi Sulistiyanti, S.Psi., dalam sambutannya memberikan apresiasi setinggi-tinggi bagi rekan sejawatnya. Beliau menyadari bahwa hari Sabtu adalah waktu yang berharga untuk keluarga di rumah.
"Terima kasih sudah menyempatkan hadir di sekolah pada hari libur ini. Kehadiran Bapak dan Ibu beserta keluarga di sini adalah bukti bahwa kita semua adalah satu keluarga besar yang solid," tuturnya disambut senyum hangat para peserta.

Bapak ibu guru karyawan beserta keluarga mengikuti acara Halal Bihalal
Pesan Tegas dalam Balutan Kebersamaan
Meski suasananya santai, aspek profesionalisme tetap menjadi poin utama. Kepala SMA Negeri 1 Kejobong, Bapak Sugiyanto, S.Pd., M.Pd., memimpin langsung pembacaan ikrar bagi seluruh guru dan karyawan.
Dalam arahannya, beliau mengingatkan pentingnya bersinergi demi kemajuan sekolah. Beliau juga memberikan "sentuhan" pengingat tentang amanah sebagai pegawai negara. Kedisiplinan dan tanggung jawab pada jam kerja bukan sekadar aturan, tapi bentuk syukur atas gaji dan kepercayaan yang diberikan pemerintah kepada mereka.
Belajar Adab dari Surat Al-Hujurat
Menambah keberkahan acara, Bapak Eko Sunaryanto, S.Pd. menyampaikan tausiyah yang sangat relevan dengan kehidupan bertetangga dan bekerja, yakni tentang Adab.
Beliau mengutip QS. Al-Hujurat ayat 2 yang mengajarkan kita untuk menjaga volume suara dan tata krama, sebagaimana umat terdahulu diminta tidak meninggikan suara di depan Nabi. Pesan intinya sederhana namun dalam: "Adab kepada sesama adalah kunci keharmonisan hidup." Harmoni Musik dari Bapak Ibu Guru
Acara ditutup dengan doa, namun kemeriahan belum usai. Sesi ramah tamah menjadi semakin berwarna berkat penampilan band guru yang digawangi oleh Bapak Heru Sujarwoko, S.Psi.
Alunan musik ini sukses mencairkan suasana dan menambah rasa kekeluargaan di antara para tamu.
Momen ini menjadi pengingat bahwa di balik tugas mendidik yang berat, ada kebersamaan yang kuat yang terus dijaga di SMA Negeri 1 Kejobong.
- Detail
- Ditulis oleh Admin Utama
- Kategori: Berita
- Dilihat: 116
SMAN 1 Kejobong Gelar Festival Bulan Bahasa 2025, Siswa Tampil Memukau dalam Lomba Drama
Kejobong, 30 Oktober 2025 – Perpustakaan Mentari Pustaka SMA Negeri 1 Kejobong kembali memeriahkan bulan Oktober dengan menyelenggarakan Festival Bulan Bahasa 2025. Puncak acara yang paling ditunggu, yakni Lomba Drama, sukses digelar dengan penuh semangat dan antusiasme dari seluruh siswa.
Rangkaian kegiatan diawali pada pukul 07.30 WIB dengan pelaksanaan apel pagi di lapangan sekolah. Acara kemudian berlanjut dengan seremoni pembukaan di Balai Muslimin, lokasi utama kegiatan.
Pembukaan Festival Bulan Bahasa 2025 secara resmi ditandai dengan sambutan dari Ibu Isro Hartanti, S.Pd., selaku Pengawas SMA Negeri 1 Kejobong. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan secara langsung:
- “Kegiatan ini merupakan wujud dari melestarikan budaya yang ada di Indonesia, yaitu Bulan Bahasa yang bertujuan untuk menumbuhkan kreativitas dalam bahasa dan sastra.”
Sambutan tersebut menegaskan pentingnya peran bahasa dalam membentuk karakter dan identitas bangsa, serta mengapresiasi inisiatif sekolah dalam melestarikan budaya melalui kegiatan yang kreatif.
Suasana pembukaan semakin meriah dengan penampilan memukau dari ekstrakurikuler tari SMAN 1 Kejobong, yang berhasil menyuguhkan pertunjukan budaya dan seni kepada hadirin.

Penampilah salah satu peserta lomba drama
Puncak dari festival tahun ini adalah Lomba Drama yang diikuti oleh seluruh perwakilan kelas X dan XI. Lomba ini bukan sekadar ajang unjuk bakat, tetapi juga sarana edukasi yang kuat dengan mengusung tema spesifik “Etika Berbahasa Remaja”.
Pemilihan tema ini dinilai sangat relevan dengan perkembangan zaman. Para peserta menunjukkan totalitas dalam penampilan mereka. Mereka berhasil menyajikan berbagai konflik sehari-hari yang berkaitan dengan penggunaan bahasa, mulai dari bullying verbal hingga pentingnya komunikasi yang efektif dan beretika. Balai Muslimin pun menjadi saksi dari kreativitas dan kemampuan seni peran siswa-siswi SMA Negeri 1 Kejobong yang memukau.
Festival Bulan Bahasa SMAN 1 Kejobong ini diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang terus mendorong siswa untuk mencintai, menghargai, dan menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, sebagaimana diikrarkan dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Serta menjadi wadah untuk mengekspresikan diri secara positif dan artistik.
- Detail
- Ditulis oleh Admin Utama
- Kategori: Berita
- Dilihat: 236
PEMILIHAN DUTA LITERASI SMANKE

Foto bersama Duta Literasi Terpilih Tahun 2026
KEJOBONG — Perpustakaan Mentari Pustaka SMA Negeri 1 Kejobong menyelenggarakan pemilihan Duta Literasi pada 19 Desember 2025 di Aula SMA Negeri 1 Kejobong. Acara ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam menumbuhkan dan meningkatkan budaya literasi di lingkungan sekolah.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Sekolah, Bapak Sugiyanto, S.Pd., M.Pd., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya peran literasi di era digital sekaligus mengapresiasi antusiasme siswa dalam kegiatan ini.
Pemilihan Duta Literasi diikuti oleh enam kandidat berbakat, yakni:
- Ali Fathur Rahman (XB),
- Bangkit Iza Uzaqi,
- Alvian Hardiyansyah (XH),
- Karisma Purnama Sari (XC),
- Nadhifah Sholeha (XI E),
- Nadira Aprilia Latifani (XI E).
Para kandidat secara bergantian menyampaikan visi dan misi mereka terkait pengembangan literasi, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bersama dewan juri, yang menilai kemampuan komunikasi, ide-ide kreatif, serta kesiapan menjadi representatif siswa dalam mengkampanyekan budaya membaca dan menulis.
Hasil penilaian dewan juri menetapkan Duta Literasi SMA Negeri 1 Kejobong masa bakti tahun 2026 yaitu:
🎉 Alvian Hardiyansyah (XH)
🎉 Nadira Aprilia Latifani (XI E)
Acara kemudian ditutup dengan pengukuhan Duta Literasi dan Tim Literasi SMA Negeri 1 Kejobong masa bakti 2026, yang disaksikan oleh seluruh peserta didik, guru, dan staf sekolah.
Kepala Sekolah berharap melalui kegiatan ini generasi muda SMA Negeri 1 Kejobong dapat lebih aktif dalam kegiatan membaca, menulis, dan berdiskusi, serta menginspirasi siswa lain untuk mencintai literasi demi masa depan yang lebih cerah.
- Detail
- Ditulis oleh Admin Utama
- Kategori: Berita
- Dilihat: 133
Festival Bulan Bahasa SMAN 1 Kejobong 2025: Wujud Cinta Bahasa dan Sastra Indonesia
Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa, Perpustakaan Mentari Pustaka SMA Negeri 1 Kejobong kembali menggelar kegiatan akbar bertajuk Festival Bulan Bahasa 2025. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda tahunan sekolah yang sarat makna, bukan hanya sebagai ajang perlombaan dan kreativitas, tetapi juga sebagai wujud nyata kecintaan terhadap bahasa dan sastra Indonesia.
Festival ini dilaksanakan pada 29–30 Oktober 2025 di lingkungan SMA Negeri 1 Kejobong, bertepatan dengan momentum bersejarah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928—sebuah tonggak penting yang menegaskan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan bangsa.
Melalui kegiatan ini, sekolah berupaya menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan kecintaan terhadap bahasa kepada seluruh peserta didik. Bahasa tidak hanya dipandang sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai simbol persatuan, cermin budaya, dan identitas bangsa Indonesia yang luhur.
Tujuan utama dari pelaksanaan Festival Bulan Bahasa adalah menumbuhkan semangat literasi, meningkatkan kemampuan berbahasa dan bersastra, serta mengembangkan kreativitas siswa dalam mengekspresikan gagasan, ide, dan perasaan melalui karya tulis, seni, serta berbagai bentuk kegiatan kebahasaan.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan nilai-nilai akademik, karakter, dan budaya. Siswa tidak hanya belajar melalui teori di kelas, tetapi juga melalui praktik nyata dalam berbagai perlombaan dan proyek literasi yang diselenggarakan.
Berbagai lomba menarik turut memeriahkan perayaan Festival Bulan Bahasa 2025. Setiap kegiatan dirancang untuk menggali potensi siswa, memperkuat rasa kebersamaan, dan menumbuhkan semangat kompetisi yang sehat.
Berikut lomba yang dilaksanakan:
- Lomba Drama, yang menampilkan kemampuan siswa dalam berakting, bekerja sama dalam tim, serta menafsirkan karya sastra ke dalam bentuk pertunjukan yang hidup dan bermakna. Lomba ini menjadi ajang apresiasi seni peran sekaligus wadah ekspresi bagi siswa untuk menyampaikan pesan moral dan nilai budaya melalui bahasa tubuh dan dialog yang kuat.
- Lomba Baca Puisi, yang menjadi wadah bagi siswa untuk menyalurkan ekspresi artistik dan kemampuan vokal dalam menghidupkan makna puisi. Dalam lomba ini, siswa ditantang untuk membacakan karya sastra dengan penjiwaan, penghayatan, dan teknik vokal yang baik, sehingga pesan dan emosi puisi dapat tersampaikan kepada pendengar dengan penuh makna.
- Lomba Poster Literasi, yang menggabungkan kreativitas visual dengan pesan moral tentang pentingnya membaca dan menulis.
- Lomba Pojok Baca Antar Kelas, yang tahun ini menjadi salah satu kegiatan unggulan dan paling menarik perhatian.

Salah satu peserta lomba puisi dari kelas XI A
Lomba pojok baca dirancang sebagai bentuk nyata dari semangat literasi dan kolaborasi antarsiswa. Setiap kelas berkompetisi menampilkan hasil karya berupa pojok baca dengan tema, konsep, dan dekorasi unik. Pojok baca tidak hanya berisi buku-buku bacaan, tetapi juga memamerkan hasil karya kokurikuler setiap mata pelajaran seperti artikel, esai, infografis, dan proyek literasi yang dihasilkan oleh siswa selama kegiatan belajar.
Penilaian lomba pojok baca dilaksanakan pada 29 Oktober 2025 dengan menghadirkan tim juri yang berkompeten di bidangnya, yakni Ibu Winda, Ibu Wahyu, dan Ibu Sabar Asih. Ketiga juri menilai berdasarkan beberapa aspek penting, antara lain:
- Kreativitas dan Estetika: bagaimana siswa menata, menghias, dan menampilkan pojok baca secara menarik dan inovatif.
- Kelengkapan dan Keberagaman Isi: mencakup jenis buku, karya literasi, serta hasil proyek dari berbagai mata pelajaran.
- Nilai Edukatif dan Literatif: sejauh mana pojok baca dapat menumbuhkan minat baca dan semangat belajar bagi siswa lain.
- Kerja Sama dan Keterlibatan Kelas: menunjukkan bagaimana seluruh siswa turut berpartisipasi aktif dalam pembuatan pojok baca.
Proses penilaian berlangsung dengan semangat sportif dan penuh antusiasme. Setiap kelas berupaya menampilkan yang terbaik, menjadikan ruang kelas mereka sebagai etalase literasi yang hidup dan inspiratif.

Salah satu foto pojok baca di kelas
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh siswa SMAN 1 Kejobong semakin termotivasi untuk mengembangkan budaya literasi di lingkungan sekolah. Pojok baca bukan sekadar pajangan buku, tetapi juga menjadi simbol semangat belajar yang tidak pernah padam.
Budaya literasi di sekolah bukan hanya tentang membaca buku, melainkan juga tentang menumbuhkan rasa ingin tahu, kemampuan berpikir kritis, serta kebiasaan untuk menulis dan berdiskusi. Festival Bulan Bahasa menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya tersebut.
Pojok baca yang dibuat siswa diharapkan terus berfungsi setelah lomba berakhir. Guru dan siswa bersama-sama dapat menjadikannya ruang belajar alternatif—tempat membaca, berdiskusi, atau menulis karya sederhana yang mencerminkan semangat kebersamaan.
Sebagai bagian dari peringatan Bulan Bahasa, kegiatan ini mengingatkan seluruh warga sekolah akan peran penting bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu bangsa. Di tengah perkembangan teknologi dan arus globalisasi, generasi muda diharapkan mampu menjaga dan menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang melekat di dalamnya.
Bahasa Indonesia bukan hanya alat komunikasi, melainkan juga cerminan dari cara berpikir dan bertindak masyarakatnya. Ketika siswa mampu menggunakan bahasa secara santun, logis, dan kreatif, hal itu menunjukkan kedewasaan berpikir dan rasa cinta terhadap tanah air.
Melalui kegiatan ini pula, SMAN 1 Kejobong menanamkan nilai-nilai nasionalisme, kebersamaan, dan tanggung jawab terhadap pelestarian bahasa. Para siswa belajar bahwa mencintai bahasa Indonesia berarti juga mencintai bangsanya sendiri.
Keberhasilan Festival Bulan Bahasa tidak lepas dari kerja sama antara tim GLS, guru dan siswa. Para guru berperan sebagai pembimbing yang memberikan arahan, motivasi, dan dukungan kepada peserta didik. Sementara itu, siswa menjadi motor penggerak utama yang mewujudkan ide dan kreativitas mereka dalam berbagai bentuk karya.
Sinergi antara guru dan siswa tampak nyata dalam setiap persiapan lomba. Mulai dari merancang konsep pojok baca, menulis puisi, berlatih pidato, hingga mendesain poster literasi, semuanya dilakukan dengan semangat gotong royong.
Guru Bahasa Indonesia berperan penting dalam mengawal kegiatan ini agar tetap berorientasi pada nilai-nilai literasi yang bermakna. Di sisi lain, dukungan dari seluruh guru mata pelajaran juga memperkaya isi kegiatan, karena setiap mata pelajaran berkontribusi dalam menampilkan hasil karya kokurikuler yang relevan dengan tema kebangsaan.
Sejak awal pelaksanaan, suasana sekolah tampak semarak. Setiap sudut kelas dihiasi warna-warni kreativitas siswa. Ada kelas yang menampilkan pojok baca bertema alam, ada pula yang mengangkat tema budaya lokal, hingga sastra klasik.
Antusiasme siswa terlihat dari kerja sama mereka dalam menghias, menulis, dan menyusun tampilan pojok baca seindah mungkin. Tidak sedikit pula yang menambahkan sentuhan artistik seperti puisi dinding, lukisan tokoh sastra, dan kutipan inspiratif tentang bahasa.
Para juri mengapresiasi semangat dan usaha siswa yang luar biasa. Mereka menilai bahwa kegiatan ini bukan hanya tentang perlombaan, tetapi juga tentang proses belajar dan kebersamaan. “Pojok baca menjadi ruang di mana kreativitas dan semangat literasi bertemu,” ujar salah satu juri.
Tema Bulan Bahasa Nasional yang diusung tahun ini adalah “Bahasa Indonesia Berdaulat, Indonesia Maju”. Tema ini menegaskan bahwa Bahasa Indonesia sebagai penggerak peradaban dan kemajuan bangsa, serta menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem sastra nasional.
Setiap kata dalam bahasa Indonesia menyimpan sejarah dan makna yang mengikat kita sebagai satu bangsa. Oleh karena itu, menjaga bahasa berarti menjaga warisan budaya. Melalui penggunaan bahasa yang baik dan benar, kita turut berperan dalam menjaga martabat bangsa di mata dunia.
Festival Bulan Bahasa menjadi momentum bagi generasi muda untuk memahami filosofi ini secara mendalam. Dengan menulis, membaca, dan berkarya dalam bahasa Indonesia, mereka turut melanjutkan perjuangan para pemuda tahun 1928 yang telah mengikrarkan sumpah untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
Festival Bulan Bahasa bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga ruang pembelajaran yang mendalam tentang nilai-nilai kehidupan. Dari setiap lomba, siswa diajak untuk berpikir kritis, berimajinasi, dan mengekspresikan diri secara positif.
Bahasa mengajarkan ketepatan berpikir, sementara sastra menumbuhkan kepekaan rasa. Ketika keduanya berpadu, lahirlah pribadi yang cerdas dan berkarakter. Melalui kegiatan seperti ini, SMAN 1 Kejobong berupaya menyiapkan generasi yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga berbudaya, berempati, dan beridentitas kuat.
Sastra memberi ruang bagi siswa untuk memahami kehidupan dari berbagai sudut pandang. Puisi, cerpen, dan esai yang mereka tulis bukan hanya karya tulis biasa, melainkan refleksi dari nilai-nilai kemanusiaan, kebangsaan, dan keindahan berpikir.
Kegiatan Festival Bulan Bahasa diharapkan dapat menjadi tradisi yang terus dilestarikan di SMAN 1 Kejobong. Ke depan, sekolah berencana mengembangkan kegiatan ini dengan skala yang lebih luas, melibatkan komunitas literasi, alumni, serta masyarakat sekitar.
Selain itu, sekolah juga berkomitmen untuk menjadikan literasi sebagai bagian dari budaya sekolah. Dengan dukungan seluruh warga sekolah, pojok baca dan kegiatan literasi akan terus dikembangkan agar menjadi pusat kegiatan belajar yang menyenangkan.
Harapannya, dari kegiatan ini lahir generasi muda yang mampu berpikir kritis, berbahasa dengan santun, dan berperilaku bijak. Mereka tidak hanya menjadi pengguna bahasa, tetapi juga penjaga warisan budaya bangsa.
Festival Bulan Bahasa SMAN 1 Kejobong 2025 bukan hanya perayaan seremonial, melainkan juga bentuk nyata komitmen sekolah dalam menumbuhkan cinta terhadap bahasa dan sastra Indonesia. Melalui kolaborasi, kreativitas, dan semangat literasi, kegiatan ini menjadi cerminan bahwa bahasa Indonesia akan terus hidup dan berkembang seiring langkah generasi muda yang mencintainya.
Sebagaimana makna dari kalimat ini : “Bahasa adalah jiwa bangsa, dan literasi adalah nafasnya.”
Dengan semangat itu, Festival Bulan Bahasa menjadi bukti bahwa cinta terhadap bahasa Indonesia bukan hanya diucapkan, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata—melalui karya, pembelajaran, dan pengabdian.
Halaman 4 dari 16
