31 Siswa SMAN 1 Kejobong Lolos SNBP 2026,
Kisah Dian Risky Agustin Raih Golden Ticket Jadi Sorotan

Kejobong-Kabar membanggakan datang dari SMAN 1 Kejobong. Sebanyak 31 peserta didik berhasil lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 yang diumumkan pada Selasa, 31 Maret 2026, pukul 15.00 WIB. Di antara deretan prestasi tersebut, nama Dian Risky Agustin mencuri perhatian setelah diterima di Institut Teknologi Sepuluh November melalui jalur Golden Ticket sebagai Ketua OSIS.
Pengumuman SNBP tahun ini menjadi momen yang penuh haru dan kebanggaan bagi keluarga besar SMAN 1 Kejobong. Dari total 31 siswa yang dinyatakan lolos, mereka tersebar di berbagai perguruan tinggi negeri ternama. Sebanyak 14 siswa diterima di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, 9 siswa di Universitas Negeri Semarang (Unnes), 3 siswa di Universitas Tidar (Untidar), 2 siswa di Universitas Siliwangi (Unsil), serta masing-masing 1 siswa di UIN Sunan Kalijaga dan UIN Saizu Purwokerto.
Namun, sorotan utama tertuju pada Dian Risky Agustin yang berhasil menembus Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) melalui jalur golden ticket, sebuah jalur prestisius yang diberikan kepada siswa berprestasi dan memiliki rekam jejak kepemimpinan yang kuat.
Kepala SMAN 1 Kejobong menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas capaian tersebut. Ia menuturkan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras siswa, dukungan guru, serta peran orang tua yang terus mendorong anak-anak mereka untuk berprestasi.
“Kami sangat bangga dengan pencapaian 31 siswa yang lolos SNBP tahun ini. Ini menunjukkan bahwa siswa SMAN 1 Kejobong mampu bersaing di tingkat nasional. Terlebih lagi, keberhasilan Dian Risky Agustin melalui jalur Golden Ticket menjadi inspirasi bagi seluruh siswa untuk tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aktif dalam organisasi,” ujarnya.
Dian Risky Agustin sendiri mengaku tidak menyangka bisa meraih kesempatan tersebut. Sebagai Ketua OSIS, ia terbiasa membagi waktu antara kegiatan organisasi dan akademik.
“Saya sangat bersyukur dan tidak menyangka bisa diterima di ITS melalui jalur golden ticket. Ini semua berkat dukungan guru, teman-teman, dan keluarga. Saya berharap bisa terus belajar dan membawa nama baik sekolah di jenjang yang lebih tinggi,” ungkap Dian dengan penuh haru.
Keberhasilan ini juga mencerminkan komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung potensi siswa, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Program pembinaan intensif dan pendampingan SNBP yang dilakukan sekolah terbukti mampu meningkatkan daya saing siswa.
Prestasi 31 siswa SMAN 1 Kejobong yang lolos SNBP 2026 bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata bahwa kerja keras, disiplin, dan semangat pantang menyerah mampu membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah. Dari Kejobong, langkah-langkah kecil para siswa ini kini mulai menapaki panggung pendidikan tinggi nasional, membawa harapan besar bagi diri mereka sendiri, keluarga, dan almamater tercinta.
Penulis : Tim humas


komentar