Cetak
Kategori: Berita
Dilihat: 854

 

Pandemi Covid 19 Tidak Menghalangi Mahasiswa UMP dalam Menebar Ilmu

 

 

 

“Pandemi ini tidak selalu buruk, banyak hal positif yang dapat kita petik di dalamnya, bahkan jika bisa berterimakasih kepada covid 19 aku akan berterimakasih” Ujar Atiqah salah satu peserta KKN Alternatif UMP. Saat ini, kita semua sedang menghadapi sebuah pandemi yang cukup parah bahkan hingga ke seluruh dunia. Hal ini membuat Universitas Muhammadiyah Purwokerto merubah sistem KKN nya menjadi KKN Alternatif. Salah satu program KKN Alternatif ini adalah pendampingan kegiatan pembelajaran daring kepada siswa SMP/SMA sederajat. Kegiatan KKN Alternatif berlangsung selama 32 hari terhitung dari tanggal 1 Mei 2020 sampai 2 Juni 2020, dengan bobot yang ditempuh Mahasiswa sebesar 3 SKS atau setara dengan 256 jam. Kegiatan ini dapat dilakukan secara kelompok maupun individu.

 

Atiqah Rahmasari mahasiswa Pendidikan Sejarah, Mahdia Silmi Aziz mahasiswa Pendidikan Matematika dan Rizki Utami mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, mereka merupakan salah satu kelompok yang mengikuti KKN Alternatif dan mengambil program pendampingan kepada siswa SMP/SMA sederajat. “KKN Alternatif ini sekaligus menjadi kesempata kami untuk lebih banyak belajar, berbagi ilmu, hingga belajar terjun ke dunia keguruan walaupun melalui metode daring, tapi kami tetap bisa belajar untuk memahami berbagai karakteristik siswa dan bagaimana pendekatan yang seharusnya dilakukan agar siswa tersebut tetap dapat menyerap materi dengan baik” Ujar Mahdia.  Mereka memilih untuk membimbing siswa SMA. Karena menurut mereka, membimbing siswa SMA lebih menantang karena yang mereka bimbing bukan lagi anak-anak. Apalagi mereka membimbing siswa SMA Negeri 1 Kejobong, salah satu sekolah yang letaknya cukup jauh dari kota dan bisa dikatakan kawasan yang susah sinyal. Menurut mereka itu merupakan tantangan tersendiri untuk dapat menjalankan tugasnya dengan baik karena dalam masa pandemi ini pendampingan pembelajaran daring dilaksanakan secara online menggunakan aplikasi WhatssApp. Mereka memutuskan untuk berkelompok agar materi yang dibagikan kepada siswa lebih banyak tidak hanya satu mata pelajaran saja. Karena mahasiswa akan mengajar mata pelajaran sesuai program studinya.

 

           Menurut Atiqah, selaku ketua kelompok karena yang mereka bimbing bukan lagi anak-anak jadi harus sebisa mungkin membimbing dengan cara serius tetapi juga asyik/ora spaneng. Dengan begitu materi yang diberikan akan dipahami siswa dan siswa juga tidak merasa jenuh ketika bimbingan pembelajaran berlangsung. “Cara lain agar siswa mau belajar bersama kami yaitu dengan melakukan pendekatan kepada siswa, pendekatan tersebut kita lakukan dengan melakukan personal chat (menggunakan Aplikasi WhatssApp), jadi kami bisa saling sharing terkait materi pembelajaran yang diselingi dengan sesi curhat-curhatan”.

 

Dalam kegiatan KKN ini mereka menemukan permasalahan-permasalahan siswa pada pembelajaran disekolah. Misalnya saja kesulitan pada setiap mata pelajaran yang mereka ampu, materi yang sebelumnya sudah dipelajari dengan gurunya disekolah tetapi belum paham dll. Pada permasalahan yang dialami siswa, mereka mencoba selalu membantu menyeselaikan dengan cara membuat media pembelajaran semenarik mungkin berupa power point atau word, kemudian materi diberikan dan dijelaskan dengan merekam suara menggunakan voice note supaya siswa mempermudah untuk mempelajari dan memahami materinya. Setelah siswa mempelajari materi yang sudah diberikan, siswa mampu mengulas materi apa yang telah diberikan tadi kemudian setelah itu mengerjakan latihan soal-soal dan membahas atau mengoreksinya bersama-sama agar siswa lebih mengerti dengan jawaban yang benar. Tak lupa mereka mengadakan kuis-kuis yang mengandung reward  atau hadiah tujuannya agar siswa lebih besemangat mengikuti pembelajaran daring ini. Mereka selalu mempertanyakan kepada siswa terkait materi-materi yang lain mungkin ada yang belum paham atau mahir. 

 

Program KKN Alternatif yang mereka jalankan tidak hanya bimbingan pembelajaran daring, mereka juga mengadakan program One Day One Hadist. Program tersebut merupakan sebuah program untuk belajar bersama mengenai Ilmu Agama dengan cara berdiskusi hadist. Dalam satu hari ada satu hadist yang mereka share kemudian hadist tersebut mereka diskusikan bersama dengan siswa. Dalam program ini banyak siswa yang sangat antusias, siswa dan mahasiswa saling bertanya jawab terkait hadits yang dishare. Ini membuktikan bahwa selain ilmu pengetahuan yang didapat, mereka juga mendapatkan pengetahuan lebih tentang ilmu agama.

 

Program lain yang mereka laksanakan adalah membagikan voucher atau pulsa gratis kepada siswa yang mereka bimbing. Program ini dilakakukan pada hari pertama pelaksanaan KKN Alternatif. Program ini dilakukan karena mereka berfikir bahwa tidak semua siswa bisa memiliki kuota untuk mengakses internet mengingat keterbatasan uang jajan yang dimiliki siswa. Selain itu kuota juga merupakan kebutuhan utama agar pendampingan kegiatan pembelajaran daring bisa berjalan dengan lancar. “Karena kuota merupakan kebutuhan utama dalam pembelajaran daring dan kita juga kan butuh mereka ya buat bantu melaksanakan kegiatan KKN kelompok kami, jadi kita juga harus kasih subsidi kuota ke mereka yang kira-kira cukup untuk sebulan” ujar Atiqah.

 

komentar